Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2023

Sedikit Ulasan Film Hati Suhita

Gambar
Sedikit Ulasan Film yang baru saja di tonton, Film yang berlatar belakang kehidupan di pesantren modern ini cukup menarik. Awalnya saya tidak berekspektasi besar untuk film seperti ini. Tapi yang ini cukup berkesan. Film ini berlatar belakang kehidupan pesantren,  walau bukan anak pesantren tapi ekspektasi saya tentang pesantren itu agak tidak baik. Saya tidak suka kehidupan di pesantren yang 'kelihatannya' tidak bebas, terkungkung, monoton, banyak aturan, kaku, terbatas untuk perempuan apalagi akhir-akhir ini banyak kasus kekerasan seksual yang terjadi dalam lingkungan pesantren.  Tapi, mungkin itu hanya asumsi saya saja. Saya juga belum pernah berkunjung ke pesantren di luar daerah saya yang (islamnya) minoritas. Film ini mengangkat cerita seorang perempuan (santriwati dari pesantren itu) yang dijodohkan dengan anak tunggal dari keluarga pemilik pesantren tersebut. Tidak ada cinta dalam perjodohan itu. Dalam film ini memperlihatkan lingkungan pesantren yang bersi...

Lewat jendela kaca

Gambar
Melihat laut dari balik jendela cafe Yang terlihat bukan laut saja Manusia-manusia yang sedang bercengkrama juga banyak Ada yang duduk di batu-batu pinggir laut Ada yang berdiri sembari mengambil gambar  Ada juga yang sedang bertatapan mesra sambil menikmati kopi Meneduhkan melihat laut yang tidak pernah berhenti bergerak  Seolah dia sedang memberiku semangat  Hidup adalah soal bergerak Kemanapun Harus bergerak Dari balik jendela Tidak mengapa tidak punya teman disamping untuk cerita Mengamati sekitar sudah membuat diri sedikit tidak menderita Sesekali, duduk sendiri di tengah keramaian bukan hal yang menakutkan Sambil baca buku, atau menulis bisa jadi referensi kesendirian Sambil minum kopi, seru! Sederhana menjaga diri dari  kemungkinan mengutuk setiap hari Tidak butuh apa dan siapa Hanya melihat matahari turun perlahan pamit meninggalkan mata Sudah menyenangkan Kembali ceria dan gembira, sederhana.

Renungan (atau overthinking?) pasca hadiri undangan anak 3 tahun.

Entah ini sebuah renungan atau sekadar overthinking  saja. Saya kurang tahu jelasnya. Inti ceritanya begini.. Hari ini saya menghadiri undangan salah satu kerabat atau sudah bisa dibilang saudara. Undangan perayaan ulang tahun ketiga tahun ponakannya. Ohh yaa teman saya itu pasca menikah langsung pindah daerah yang jaraknya sangat jauh, tapi karena kedekatan emosional dengan keluarganya jadinya saya dapat undangan ponakannya.  Singkat cerita.. Saya hadir lebih awal dengan niatan mau bantu-bantu kakaknya teman saya untuk mempersiapkan hal-hal kecil yang bisa saya lakukan. Saya datang sendiri (iya sendiri, belum menikah apalagi punya anak), menyusul teman saya belakangan. Saya duduk di meja penerima tamu dan dapat tugas mencatat tamu undangan yang hadir. Dari sinilah renungan saya dimulai, saat saya terdiam dan mengambil hikmah tentang apa saja yang terjadi setengah hari ini. Tadi sore, saya menerima tamu anak-anak kurang lebih 100 anak beserta orangtua yang menemani mereka. Cuk...