Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus, 2023

Mau jadi Barbie ajaaa(?)

Selasa kemarin saya akhirnya memutuskan untuk menonton Barbie. Film yang sepertinya sudah lama gentayangan di papan studio film. Keputusan menonton ini muncul akibat cerita dari teman yang telah menontonnya. Katanya, film ini mengandung pesan-pesan feminist.  Tiba-tiba saya tertarik untuk menontonnya. Saat menonton, banyak penonton yang mengenakan pakaian bernuansa pink.  Barbie identik dengan pink dan pink indentik dengan perempuan apakah itu bisa jadi kesimpulan? Tapi sepertinya warna tidak milik salah satu gender. Ya kan? Film yang dibuka dengan sejarah singkat boneka barbie hadir dan menjadi pilihan permainan anak perempuan, memperlihatkan beberapa anak perempuan yang punya mainan dan cara bermain yang monoton sebelum barbie lahir ke dunia anak-anak. Dengan fungsinya sebagai boneka, Barbie membawa kesan yang membentuk stigma "perempuan cantik", dengan tubuh langsing yang -mungkin- jadi cita-cita banyak perempuan di dunia nyata.  Sempat kecewa dengan scene awal kehi...