Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2018

Tidurlah...

Keheningan ini menjalar ke segala lapisa dinding Menyosor langit-langit triplek Lama.. hingga mengkerut Menyisakan bekas di atas sana Tak ada riuh piuh Yang ada hanya paduan suara katak-katak yang tak ber irama Mengetuk pintu kaca mambawa pesan Menyeruak rindu ke dalam kalbu Menentang segala rasa Melempar kata demi kata Tak ada yang salah dengan aksa Ada sesuatu yang bersembunyi dibalik hening ini. Tidurlah.

Tuhanku, ampuni aku.

Kepada sang Maha Kuasa Pemilik seluruh hati hambanya Rukuk, Sujud dan Syukur Hanya kepada Nya Tentang Mu Tentang kasih sayang Mu padaku Besar, namun selalu kuabaikan Bentangan peluk Mu yang selalu ku acuhkan Tuhan.... Terlalu banyak gugatanku pada Mu Terlalu cepat kecewaku terhadap takdir Mu Aku lupa, Engkau Maha penggenggam takdir juga doa-doa setiap hamba Mu Tuhan.... Maaf T entang rukuk dan sujudku Secepat doa-doa yang ingin segera dikabulkan Tentang ibadahku Tak sebanyak permintaanku pada Mu Tuhanku, ampuni aku.

TPQ Ceria

Gambar
Kemarin, hari minggu tepatnya punya cerita baru, pengalaman baru. Mengajar di TPQ hari pertama. Namanya TPQ (taman pengajian quran) Ceria, hari minggu tadi hari pertama ia buka. Ceria itu nama baru yang dinamakan salah satu anak santri di Tpq ini. Ada doa yang terletak di nama itu. Semoga setiap orang yang berada didalamnya selalu diberikan keceriaan. Aamiin Bukan kali pertama mengajar mengaji untuk anak-anak. Dulu waktu masih tinggal di rumah lama, pernah ngajar ngaji juga di TPQ di salah satu mesjid yang berada di kompleks itu. Namun untuk kali yang ini rasanya berbeda. Sangat beda. Ada banyak haru juga bahagia yang tersendiri ketika melihat anak-anak di daerah ini. TPQ ini terletak di kawasan kumuh di Kota Manado. Orang Manado lebih akrab dengan Kilo 5. Tempat asing bagi orang banyak. Tapi rumah bahagia bagi mereka yang mengais rezeki ditempat ini. Anak-anak baru yang mulai kuakrabi ini untuk beberapa waktu aku akan belajar dengan mereka. Dengan segala keikhlasan mereka juga keb...

Secuil tak enak hati

Mungkin sudah begini aku ditakdirkan, dengan ego yang sangat besar dengan kecemburuan yang tak beralasan dengan banyak keburukan. Tak cukup baik untuk diajak berkawan. Hati yang sulit memaafkan padahal sudah paham bahwa semua jalan yang aku lewati semuanya sudah diatur. Satu kejadian yang sampai saat ini belum bisa kuterima dengan ikhlas, walau sudah puluh kali berucap ikhlas. Hatiku masih terasa sesak kala aku merasa dikhianati. Aku yang merasa semua akan baik-baik saja lambat laun semakin tak membaik. Entah kenapa aku tak bertegur, tak bersapa, juga tak selalu mengindahkan apa yang mereka lakukan. Aku seolah-olah buta, tak melihat apapun, tak mau merasakan kesenangan mereka. Mungkin aku sedang melindungi hatiku agar tak merasa tersakiti. Atau itu hanya perasaanku saja. Entahlah. Hatiku mungkin berpenyakit sampai-sampai hanya karena aku merasa dikhianati satu orang dan imbasnya ke banyak orang di kelilingku. Ingin minta maaf. Tapi saki hati dan gengsiku lebih besar dari itu se...