Mungkin sudah begini aku ditakdirkan, dengan ego yang sangat besar dengan kecemburuan yang tak beralasan dengan banyak keburukan. Tak cukup baik untuk diajak berkawan. Hati yang sulit memaafkan padahal sudah paham bahwa semua jalan yang aku lewati semuanya sudah diatur. Satu kejadian yang sampai saat ini belum bisa kuterima dengan ikhlas, walau sudah puluh kali berucap ikhlas. Hatiku masih terasa sesak kala aku merasa dikhianati. Aku yang merasa semua akan baik-baik saja lambat laun semakin tak membaik. Entah kenapa aku tak bertegur, tak bersapa, juga tak selalu mengindahkan apa yang mereka lakukan. Aku seolah-olah buta, tak melihat apapun, tak mau merasakan kesenangan mereka. Mungkin aku sedang melindungi hatiku agar tak merasa tersakiti. Atau itu hanya perasaanku saja. Entahlah. Hatiku mungkin berpenyakit sampai-sampai hanya karena aku merasa dikhianati satu orang dan imbasnya ke banyak orang di kelilingku. Ingin minta maaf. Tapi saki hati dan gengsiku lebih besar dari itu se...