Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus, 2020

btm..

Gambar
Karena malam ini di rundung rindu jadinya sedikit mengenang banyak kisah dengannya. Akhirnya ingin bercerita. Cerita panjang tentang -BTM- Saking panjangnya sampai bingung mau mulai dari mana haha... Mungkin dimulai dulu dengan beribu ucapan terima kasih. Iya... terima kasih tak terhingga padanya (read; btm). Berkat kesempatan dan ruang bebas untuk berkarya darinya saya bisa menjadi seperti sekarang ini (seperti yang kalian lihat hehe) Memang belum ada yang bisa dibanggakan. Cukup bangga menjadi diri sendiri itu sudah istimewa seperti yang dia ajarkan dulu. Pokoknya terima kasih btm ku.  Kalau kamu punya bentuk fisik yang nyata, sudah lama kupeluk dan ku genggam erat wqwq Nama yang tak pernah asing sejak menginjakkan kaki di kota itu. Kota Tomohon. Sampai sekarang ia tak pernah terasingkan dari hati pun pikiran. Semoga selamanya. (Aamiin) Ingat sekali dulu; 2015 silam masih maba. Dengan semangat penasaran dan ingin tahu yang tinggi tentang tempat itu, banyak sekali pertanyaan yang ...

btm.

Berkenalan dengan mu adalah awal terbaik menjadi seorang yang namanya mahasiswa.  Yaa.. bagiku demikian. Kamu mengenalkanku dengan dunia kampus yang begitu luas. Dengan badan ini dan itu, intra dan ekstra. Dan lainnya yang lebih besar. Dari sejarah yang membuatmu "ada". Aku bangga. Ketika orang-orang bilang kamu adalah rumah, bagiku kamu bukanlah sekadar rumah atau bangunan. Kamu telah ada dalam hatiku, bersemayam disana. Aku tak perlu pulang ke rumah untuk bertemu denganmu. Karena kamu selalu kubawa dalam hati. Berkenalan denganmu juga membuat aku kuat fisik dan hati. Dengan puluh kali "door to door", dengan ribuan kilometer jalan, dan dengan ributnya rapat evaluasi. Itu cukup melatih diri yang lemah ini. Kamu memberi manfaat bagiku lebih dari itu. Darimu aku belajar banyak hal, salah satunya aku harus belajar. Belajar di setiap kesempatan yang telah kamu beri.  Kamu bukan ruang kecil yang membuatku susah untuk bergerak, bukan juga satpam yang wajib lapor setiap ka...

Cantik?

Perempuan sering terjebak dalam pandangan ukuran cantik yg kiliru. Sehingga sering muncul perempuan berdandan untuk lelakinya atau pasangannya. Padahal jika mau jujur, justru perempuan mempercantik diri bukan untuk pasangannya, tpi untuk sesama perempuan. Perempuan diberikan tantangan sedemikian hebat untuk bisa terlihat lebih cantik dari perempuan disekelilingnya, siapa yg diuntungkan yaa kapitalis dong, omset meroket, krn para perempuan korban iklan dari segala arah. Tpi itu sah sah saja. Kecantikan adalah isu paling sexy untuk dikapitalisir. Anyway, Cantik bukan kata benda tapi kata sifat. Cantik memiliki relasi erat dengan "hasrat"  seksualitas. Yg membuat cantik itu bertahan yaa ketulusan dari cantik itu sendiri.❤