Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2018

Kemanakah kan ku bawa diriku?

Kemanakah kan ku bawa diriku? Berteman dan bersosialisasi adalah hal yang paling menyenangkan bagi kebanyakan orang. Terlebih khusus diriku sendiri. Keinginan memperbanyak teman dan kenalan membawa ku mengenal lebih banyak hal. Dari sedikit yg kutahu menjadi sangat banyak dan terbuka lebar nan luas. Itulah pertemanan, membawaku mengenal dunia lebih banyak. Diantara beberapa pertemanan, ada yg mengiringku dalam dunia filsafat dan teori-teorinya. Ada juga dalam dunia percintaan dan nikmat bercinta. Ada juga yang membawaku ke beberapa organisasi. Ada pula yang mengiming imingkan nikah muda dan kebaikan di dalamnya. Ada pertemanan yg sesedikit memanggilku jalan-jalan dengan asyiknya. Dan ada juga yang lebih datar dari itu semua. Tak mengajak pun tak banyak memberi. Serasa hambar dan membosankan berteman dengan orang-orang seperti itu. Tapi yaa itulah pertemanan, ada pahit asam asin juga manis kek permen nano-nano banyak rasanya hahah Cukup asyik bukan? Ketika kamu banyak teman dan tali ...

Kembali

Dia selalu punya cara untuk membawaku kembali. Dengan hamparan awan putih dan langit langit yang membiru Dia selalu siapkan tempat untukku berlabuh. Pada tempat tempat terindah, penyejuk diri yang mulai lelah juga lalai Dia memberiku waktu. Dengan batasan-batasan tertentu. Istirahat ketika lelah dan kembali adalah kewajiban. Katanya perjalanan masih jauh dan perjuangan masih panjang. Dan yaa... Dia selalu punya banyak cara. Dengan caranya aku akan kembali.

Dunia...

Dunia fana ini tak ada yang stabil, kataku. Dulu yang kau bilang penting, sekarang malah jadi pantang. Kemarin yang kau anggap menang, esok lusa mungkin hanya akan jadi kenang. Sekarang yang kau pikir akan tetap tinggal, beberapa jam-menit-detik pun akan tanggal. Dunia memang tak pernah stabil, kawan. Yang kau anggap kawan sekalipun bisa jadi lawan. Jangan terlena. Karena akhirnya akan ada yang mematahkan.