Postingan

Bertahan, Bertumbuh, Berdampak: Cerita juga Catatan tentang Dua Tahun Manado Book Party

Gambar
Dua tahun yang lalu, di sebuah kafe, saat badai menerjang kota Manado, kami bertemu. Tidak ada niat besar. Hanya sekadar ingin bertukar cerita selepas kelulusan kuliah: tentang pekerjaan pertama, cita-cita yang mulai diuji realitas, tentang cinta dan hal receh lain yang membuat kita semakin menyatu. Diantara obrolan ringan itu, salah seorang dari kami mengangkat cerita tentang satu kegiatan baca buku yang sedang viral di ibukota. Ternyata algoritma kita sama: book party.  Dari sana, diskusi perihal buku dan membaca mengalir dalam obrolan kita. Lalu, kegelisahan itu keluar satu per satu.  Kegelisahan kami sederhana: mengapa begitu sulit menemukan ruang membaca dan berdiskusi yang santai bagi anak muda? Bukan ruang yang formal dan kaku, bukan pula sebuah forum yang membuat orang segan untuk bertanya. Hanya ruang yang hangat, tempat buku bisa dibicarakan tanpa intimidasi dan perbedaan bisa diterima tanpa prasangka. Dari keresahan yang sama, tiga perempuan ini memulainya. Langkah ...

79 tahun HMI: Tetap Hijau, Bukan Karena Usia. Melainkan Kesadaran yang Terus Tumbuh.

Milad 79 adalah penanda usia yang panjang bagi sebuah organisasi mahasiswa. Namun, usia dalam dirinya sendiri tak pernah cukup menjamin relevansi. Sama halnya seperti manusia, dalam hitungan usia organisasi, tua tidak menjamin kedewasaan. Kita bisa bertahan tanpa benar-benar hidup. Karena itu "Hijau" yang kita senangi tidak seharusnya dimaknai sekadar keberlangsungan, melainkan kesadaran yang terus diperbarui. Kesadaran kolektif sebuah kelompok sangat ditentukan oleh bagaimana kita memaknai identitas dan peran sebagai kader bukan hanya sekadar simbol dan kebanggan semu tetapi sejauh mana identitas itu membentuk empati sosial dalam diri kita. Dalam teori identitas sosial, identitas kelompok membentuk cara berpikir, merasa dan bertindak seseorang. Dan HMI membentuk identitas itu pada kita. Tetap hijau berarti identitas itu tidak membeku. Ia hidup dan terus bergerak. HMI lahir dari kegelisahan sosial dan intelektual. Tapi dalam dinamika kontemporer, kita sering terjebak pada rut...

****

Gambar
Kita selalu acuh pada hati yang rapuh Membina diri karena tak selalu patuh Membisu untuk hal yang perlu di asuh Bergerak maju namun tak pernah utuh * Katanya hidup selalu penuh liku dan luka Yang membentuk kita ramah kepada duka Lalu menelannya dengan satu dua tegukan  Agar nanti menikmatinya tak jadi sungkan  * Kita berlari menuju arah kehendak takdir Walau tidak tahu kapan badai berakhir Banyak hal yang tak perlu jadi khawatir  Besok-lusa mungkin kita sudah mahir * Dengan banyaknya tuntutan laku hidup Sebagai manusia, kita tak boleh redup Seketika hati sedang tidak riang Istirahat bukanlah hal yang terlarang * Untuk jiwa yang sedang di ambang bimbang Ada banyak hal yang tak boleh hilang Dan untuk semua yang sedang berjuang  Kesehatan mental seharusnya tak boleh tumbang  Manado, 10 Oktober 2024 -Memperingati Hari Kesehatan Jiwa Dunia-

04.11

Ada yang bilang ini soal jalan hidup Mata hati mendayu, penuh sayup  Tak punya kuasa bebas pada suka Tak memiliki kekuatan ketika lara Menimbang ragu pada setiap suka-lara Di antara keduanya, perasaan selalu membara Kadang menyala lalu dengan mudah meredup  Membelenggu raga pada sekian waktu hidup Menempuh jalanan penuh bara, luka-luka Mengeluh, merengek, menangis lalu berduka Ini kebimbangan yang berarti Tapi tidak selalu mengikuti kata hati Salah mengerti, salah memberi arti Sudah mengerti tapi tak tahu diri Suka dan lara berteman setiap hari Jadi, sisakan waktu untuk memahami  September.

Kalau boleh..

Adakah sekolah khusus hati? Kalau ada aku ingin hatiku disekolahkan Agar ia bisa belajar, belajar banyak hal Tentang cara-cara memahami juga mengasihi Tentang cara-cara memaafkan dengan mudahnya Tentang mengikhlaskan juga melupakan Hingga ia sampai pada kelas kekuatan Yang tak ada seorangpun yang bisa melukainya Bisakah aku terbang? Kalau bisa aku ingin terbang bak layang-layang Mengindah di udara di langit yang biru Dilirik banyak mata yang tak pandang terik matahari siang Jika ia putus dan embang setidaknya ada banyak kaki yang berlari mengejar juga banyak tangan yang ingin meraih mendapatkannya Bolehkah mataku bisa melihat disegala penjuru tak hanya satu titik saja? Kalau bisa aku mengingikan mata-mata itu Melihat bukan hanya satu pandang saja Agar aku lebih pintar juga bijaksana Agar cakrawala berpikirku lebih luas Pamahaman ku tak sempit Aku ingin. #TantanganODOP #onedayonepost #ODOPbatch5

Kepergian mu, nelangsa ku.

Gambar
Sudah lumayan lama kita berjalan sendiri, beberapa bulan mulai dari kau yang berubah menjadi yang tak ku kenal dan aku hanya bisa pasrah akan keadaan yang kau cipta. Sakitnya ketika melihat kau melangkah jauh ke arah lain bukan ke arah ku, dan aku selalu berusaha mengejar langkah kaki mu. Namun apadaya, ternyata aku tak mampu menyamakannya kau terlalu jauh dan aku mulai lelah mengejarmu.  Hatiku mulai berbisik "kenapa harus terus mengejar sesuatu yang tak ingin dikejar?" dan otakku menerima dengan baik apa kata hatiku. Aku berhenti, niat ku kandas di pertengahan jalan dan kaki ku berbalik kehilangan arah. Hebatnya kamu, dengan kepergianmu aku berduka teramat dalam, nelangsa disetiap malam. Ku buang banyak air mata hanya karena kepergianmu, bodohnya aku. Ketika airmata ku mulai tandus berkat kepergianmu, perlahan ku belajar memahami mungkin ada maksud Tuhan yang lain. Atau mungkin Tuhan cemburu melihat ku dengan mu lalu Dia buat skenario ini untuk aku mainkan. Mungkin saja ...

Perayaan Hari Ibu; Peringatan tentang Perjuangan Gerakan Perempuan

Gambar
Kita jumpai lagi tanggal manis ini, 22 desember 2023. Sudah 95 tahun berlalu sejak Kongres Perempuan Indonesia I yang berlangsung di Yogyakarta kala itu. Kongres yang mempertemukan beberapa organisasi keperempuanan saat itu, bertujuan membahas permasalahan-permasalahan yang terjadi pada perempuan secara umum. Beberapa topik bahkan masih sangat diperjuangkan hingga saat ini.  Kongres Perempuan Indonesia I juga membawa kepentingan politik perempuan Indonesia yang harus diperhatikan oleh negara. Mulai dari kesehatan perempuan, perkawinan paksa, perkawinan anak, perdagangan perempuan hingga kekerasan seksual. Wacana ini menjadi sangat penting, bahkan setiap tahunnya harus terus didengungkan lewat hari-hari perempuan yang selalu kita peringati. Sayangnya, wacana politik tentang kepentingan perempuan dalam Kongres Perempuan kian tergilas dan perlahan-lahan hilang. Dalam setiap peringatan atau perayaan(?), perlahan pula terjadi penyempitan makna peran para perempuan. Yang awal...