btm.

Berkenalan dengan mu adalah awal terbaik menjadi seorang yang namanya mahasiswa. 
Yaa.. bagiku demikian.
Kamu mengenalkanku dengan dunia kampus yang begitu luas. Dengan badan ini dan itu, intra dan ekstra. Dan lainnya yang lebih besar.
Dari sejarah yang membuatmu "ada". Aku bangga.

Ketika orang-orang bilang kamu adalah rumah, bagiku kamu bukanlah sekadar rumah atau bangunan. Kamu telah ada dalam hatiku, bersemayam disana. Aku tak perlu pulang ke rumah untuk bertemu denganmu. Karena kamu selalu kubawa dalam hati.

Berkenalan denganmu juga membuat aku kuat fisik dan hati. Dengan puluh kali "door to door", dengan ribuan kilometer jalan, dan dengan ributnya rapat evaluasi. Itu cukup melatih diri yang lemah ini.

Kamu memberi manfaat bagiku lebih dari itu. Darimu aku belajar banyak hal, salah satunya aku harus belajar. Belajar di setiap kesempatan yang telah kamu beri. 
Kamu bukan ruang kecil yang membuatku susah untuk bergerak, bukan juga satpam yang wajib lapor setiap kali ingin keluar. Kamu sangat besar untuk diperjuangkan. Salah ketika mereka melihatmu hanya selalu menguras tenaga atau mengekang gerak gerik dan keinginan orang yang ingin belajar diluar.

Aku sadar. Belum banyak yang kuberi tak sesuai dengan banyak hal yang sudah kuterima.
Terima kasih, BTM ku. Dan maaf.

2 Maret 2019

Komentar

Postingan populer dari blog ini

79 tahun HMI: Tetap Hijau, Bukan Karena Usia. Melainkan Kesadaran yang Terus Tumbuh.

Bertahan, Bertumbuh, Berdampak: Cerita juga Catatan tentang Dua Tahun Manado Book Party

****