btm..

Karena malam ini di rundung rindu jadinya sedikit mengenang banyak kisah dengannya. Akhirnya ingin bercerita. Cerita panjang tentang -BTM-
Saking panjangnya sampai bingung mau mulai dari mana haha...
Mungkin dimulai dulu dengan beribu ucapan terima kasih.
Iya... terima kasih tak terhingga padanya (read; btm).
Berkat kesempatan dan ruang bebas untuk berkarya darinya saya bisa menjadi seperti sekarang ini (seperti yang kalian lihat hehe)
Memang belum ada yang bisa dibanggakan. Cukup bangga menjadi diri sendiri itu sudah istimewa seperti yang dia ajarkan dulu.
Pokoknya terima kasih btm ku. 
Kalau kamu punya bentuk fisik yang nyata, sudah lama kupeluk dan ku genggam erat wqwq

Nama yang tak pernah asing sejak menginjakkan kaki di kota itu. Kota Tomohon. Sampai sekarang ia tak pernah terasingkan dari hati pun pikiran. Semoga selamanya. (Aamiin)
Ingat sekali dulu; 2015 silam masih maba. Dengan semangat penasaran dan ingin tahu yang tinggi tentang tempat itu, banyak sekali pertanyaan yang muncul di benakku.
Seiring berjalannya waktu, pertanyaan itu mulai terjawab dengan sendirinya -waktu memang hebat, dia akan menjawab semua pertanyaan kita kalau kita tidak bosan danganya- dan akhirnya rasa bangga mulai ada. Bangga dengan kehadirannya juga bangga karena bisa berada di dalamnya tepat di awal kehadirannya.

Setahun dua tahun rasanya semangat tak pernah surut. Malah semakin menggebu-gebu hehe
Entah kamu punya mantra apa yang sejak awal membuat diri ini terpikat.
Bertemu banyak orang-orang baru, berkunjung ke tempat-tempat baru, dan merasakan hal-hal baru yang tak bisa di dapat di tempat lain. Itu salah satu dari sekian banyak kebanggaan.

Tiga tahun berjalan...
Semakin banyak pelajaran yang di dapat. Tentu jadi pengalaman terbaik selama perjalanan menjejaki kehidupan.
Marah, sedih, kecewa jadi hal biasa yang sering ku temui. Ehtah itu pada diri sendiri ataupun pada orang lain yang notaben nya adalah teman berjuang. 
Membangun ekspektasi-ekspektasi tinggi membuat diri akhirnya merasa gagal pada diri sendiri. Tapi itulah pengalaman -dia akan jadi guru terbaik-. 
Tapi... ada banyak sekali hal-hal menyenangkan selama berproses di dalam (read; btm). Bangga dan penuh keharuan ketika satu persatu tujuan tercapai.

Tahun ke empat.. tahun-tahun menyedihkan
Sedih karena semakin dekat waktu -bukan berpisah- tapi berjarak. 
Jarak dengan dia dan mereka. 
Hal yang paling sulit diterima tapi harus dijalankan.
Btm ku...

Btm ku... tentang banyak hal yang terjadi antara kita, aku kamu dan mereka.
Sungguh sangat berterima kasih.
Hari ini, banyak hal yang terjadi itu jadi pelajaran berharga. Mungkin paling berharga.
Dengan perginya teman, ku paham akan ada teman-teman yang lain datang silih berganti walau akhirnya tak pernah menetap. 
Dengan gagalnya kita di masa lalu, mungkin di masa mendatang kita akan jadi lebih kuat dan berani, terbang lebih tinggi. Selalu menunggu kabar baik itu!

Btm ku... sekali lagi. Jika kamu punya fisik yang nyata. Ingin rasanya memeluk dan menciummu. Berbagi cerita denganmu.
Tapi kenyatanya kamu hanya bisa tersimpan di salah satu bagian di hati ini, tempat itu sudah jadi milikmu, berjanji akan selalu disitu. Dalam hati ku. 

Entah tulisan ini nyambung atau tidak, hanya saja ingin sekali bercerita tentang kamu.
Kamu yang dengan berbagai kenanganmu menghampiri malamku hari ini. Akhirnya menangis lagi hehe...

Untuk kamu... btm ku
Semoga tetap kokoh berdiri dan membawa kebermanfaatan bagi mereka yang juga masih mencintaimu. 
Aku -anak bontot- mencintaimu sejak lima tahun lalu -awal kita bertemu- sampai sekarang!


Komentar

Postingan populer dari blog ini

79 tahun HMI: Tetap Hijau, Bukan Karena Usia. Melainkan Kesadaran yang Terus Tumbuh.

Bertahan, Bertumbuh, Berdampak: Cerita juga Catatan tentang Dua Tahun Manado Book Party

****