Perayaan Hari Ibu; Peringatan tentang Perjuangan Gerakan Perempuan

Kita jumpai lagi tanggal manis ini, 22 desember 2023. Sudah 95 tahun berlalu sejak Kongres Perempuan Indonesia I yang berlangsung di Yogyakarta kala itu.
Kongres yang mempertemukan beberapa organisasi keperempuanan saat itu, bertujuan membahas permasalahan-permasalahan yang terjadi pada perempuan secara umum. Beberapa topik bahkan masih sangat diperjuangkan hingga saat ini. 

Kongres Perempuan Indonesia I juga membawa kepentingan politik perempuan Indonesia yang harus diperhatikan oleh negara. Mulai dari kesehatan perempuan, perkawinan paksa, perkawinan anak, perdagangan perempuan hingga kekerasan seksual. Wacana ini menjadi sangat penting, bahkan setiap tahunnya harus terus didengungkan lewat hari-hari perempuan yang selalu kita peringati.

Sayangnya, wacana politik tentang kepentingan perempuan dalam Kongres Perempuan kian tergilas dan perlahan-lahan hilang.

Dalam setiap peringatan atau perayaan(?), perlahan pula terjadi penyempitan makna peran para perempuan. Yang awalnya Kongres Perempuan Indonesia I yang di sahkan sebagai hari Ibu oleh Presiden Pertama kita sebagai awal dari pergerakan perempuan, berubah makna menjadi apa yang sekarang selalu kita rayakan. Peran Perempuan yang di domestifikasi semasa Orde Baru masih kuat bertahan dalam imaji masyarakat Indonesia dimana peran Perempuan akan sangat di apresiasi ketika ia mampu menjadi Ibu yang baik bagi anak-anaknya dan Istri yang baik bagi suaminya.

Hari Ibu bukan lagi peringatan tentang bagaimana perjuangan perempuan yang berfokus pada isu-isu penting tentang keperempuanan melainkan telah bergeser ke ranah domestik yang bertanggung jawab mempertahankan keharmonisan rumah tangga. Seperti maknanya yang menyempit, seperti itu pula perannya ikut serta. 

Kini wacana yang sudah lama dibawa oleh perempuan hebat terdahulu perlahan muncul kembali ke permukaan. Diangkat oleh banyak pejuang kesetaraan. Isu-isu tentang kesehatan reproduksi, perkawinan paksa, hingga kekerasan seksual harus menjadi poin penting untuk diperjuangkan sampai kapanpun. Sampai dimana semua perempuan Indonesia merasakan hidup tenang dengan pendidikan yang baik, tanpa rasa was-was akan penyakit, tanpa pemaksaan dan stigma perihal pernikahan, dan hidup bebas tanpa takut diperkosa.

Kembali lagi, peringatan atau perayaan hari Ibu bukan hanya tentang Ibu kita, bukan hanya tentang kasih sayang seorang ibu kepada anak-anaknya dan bakti kepada suaminya, bukan sekadar ekspresi kasih. Lebih dari itu, peringatan ini soal perempuan dan semua perjuangannya. Di dalam maupun di luar rumah.

Selamat hari Pergerakan Perempuan Indonesia. Selamat hari Ibu. Semoga segala perjuangan kita selalu diberkahi. 
Ohh yaa.. memasuki tahun politik, mari kita lihat bersama calon-calon wakil kita yang bisa berfokus memperjuangkan isu-isu penting ini.



Gorontalo, 22 Desember 2023

Komentar

Postingan populer dari blog ini

79 tahun HMI: Tetap Hijau, Bukan Karena Usia. Melainkan Kesadaran yang Terus Tumbuh.

Bertahan, Bertumbuh, Berdampak: Cerita juga Catatan tentang Dua Tahun Manado Book Party

****