Kesempatan berharga; masuk HMI
Ada satu kesempatan yang sampai saat ini kesempatan itu adalah kesempatan terbaik; kesempatan menjadi kader HmI.
Awal masuk kuliah tahun 2015 di kampus yang terletak pada ketinggian kurang lebih 1000 mdpl. Kampus yang dingin kadang bisa sangat dingin. Di kampus ini, saya tidak punya kenalan sama sekali. Sangat 'buta' menyoal organisasi dan sebagainya yang pada akhir terjebak untuk mengenal berbagai organisasi yang aktif di kampus ini. Mulai dari organisasi intra maupun ekstra.
Tahun 2016-2017, keinginan untuk mengenal lebih dalam tentang organisasi ekstra sangat kuat. Di kenalkanlah oleh beberapa senior beberapa organisasi sampai-sampai ada yang beberapa kali coba mengajak untuk ikut (dan itu bukan HmI). Iya tidak ada yang mengajak saya ikut HMI.
Pertengahan tahun 2017, tidak tahu ada angin apa yang menghampiri malam saya. Tiba-tiba saat itu juga ingin ikut pengkaderan HMI tepat dengan pelaksanaan Basic Training komisariat FBS saat itu. Setelah di screening dan berhasil menghabiskan hari demi hari di forum itu, saya belum jatuh cinta dengan HmI. Saya belum mengenal HMI secara utuh. Pasca basic training itu saya mengaktifkan diri di Komisariat tapi tidak seaktif di Badan Tadzkir. Artinya saya hanya ikut meramaikan kegiatan-kegiatan Komisariat tanpa banyak campur tangan dalam proses pelaksanaannya.
Awal tahun 2019, saya 'dipaksa' membuat makalah oleh senior saya untuk mengikuti Intermediete Training (LK II) yang dilaksanakan oleh Cabang Tondano yang saat itu di ketuai kak Anni (senior yang di atas tadi adalah kak anni hehe). Mengikuti tahapan-tahapan LK II mulai dari membuat makalah, mengikuti screening hingga sampai ke tahap forum dan bertemu dengan berbagai mahasiswa dari berbagai daerah (fyi; bertemu orang baru adalah kesukaan saya). Mulai dari saat itu, saya jatuh cinta dengan HMI. Bahwa karena HMI bisa mengenalkan saya dengan banyak orang dan bahwa HMI sangat besar dengan sejarah dan perjuangan kader-kader hebatnya.
Mulai saat itu, saya merasa perlu dan butuh belajar banyak tentang HMI yang notabennya sangat banyak ilmu. Sewaktu membaca buku perjalanan hidup seorang Lafran Pane (salah satu penggagas berdirinya HMI) saya menangis terseduh-seduh. Sosok pemikir yang cerdas dan rendah hati yang saat ini telah menjadi Pahlawan Nasional, membuat saya sangat bersyukur menjadi bagian dari organisasi besar ini.
Tahun ini, pada 5 februari 2022, organisasi Mahasiswa yang berdiri pada 5 februari 1947 itu genap berusia 75 tahun. Bukan perkara mudah untuk tetap eksis dari zaman ke zaman, ini sesuatu yang harus dirayakan dengan penuh hikmat. 75 tahun berkarya, organisasi ini telah melahirkan ribuan orang-orang hebat yang tersebar di seluruh penjuru negeri bahkan hingga ke luar negeri.
Selalu banyak doa disetiap perayaan miladnya. Dan semoga doa-doa itu di ijabah Tuhan yang maha kuasa.
Selamat milad himpunan tercinta. Terima kasih telah menjadikan seorang ami menjadi perempuan yang siap menderita. Terima kasih juga untuk kalimat sakti 'Yakin Usaha Sampai' itu benar-benar membentuk seorang ami.
Panjang umur, anak-anakku nanti pasti masuk HMI.
Komentar
Posting Komentar
Tuliskan komentar yang membangun yaa gaess :)