Ecing; My Human Diary
Baru saja selesai bercerita via whatsapp dengan adikku yang tidak cukup jauh jarak kita, dia di kampung halamannya -bolmong- dan aku disini -manado-. Sudah lama -semenjak covid menyerang- kita tak pernah bertemu. Rindu selalu jadi alasan untuk kita saling ungkap janji tentang pertemuan, tapi itu belum cukup karena kita masih sebatas janji.
Dia adikku, adik tingkatku lebih tepatnya. Tempat pengaduan segala jenis perkara -tentang hidup di kota tetangga- dia selalu jadi tempat tangis dan tawaku. Sulit memang menemukan orang sepertinya. Pernah beberapa kali kita menangis bersama; berdua sampe mata bangka. Dan itu sering jadi selipan cerita diantara komunikasi kita via whatapp.
Dia cukup pintar memahami diriku yang mood-mood an ini. Dia tahu beberapa -mungkin semua- kisah kepatahatian ini.
Dia tak pernah bosan mendengar apapun yang keluar dari mulut ini.
Tentang cerita malam ini, cukup panjang.
Bicara soal bimbangku, dan liburan akhir tahun kita. Entah akan bersama atau sekadar wacana semata. Tapi dibalik itu, dia masih jadi orang yang antusias mendengar gertakan curhat panjangku; masih sama seperti dulu. Semoga saja akan terus seperti itu.
Tadi, di akhir percakapan. Dia sempat bikin was-was. Dengan tiba-tiba dia katakan "tak ingin bertemu dengan kak ami dalam waktu yang dekat dan lama sekalian". Ocehannya cukup buat mata berkaca. Ahh sialnya anak ini. Nge prank kakaknya tanpa persetujuan wkwk.
Dulu -masih zaman kuliah- punya ekspektasi tinggi untuknya. Berharap dia bisa jadi patron dalam banyak hal untuk teman sejawatnya, ternyata dia sangat berbeda. Dia pemalas dan lebih suka diam saja. Kurang suka dengan tantangan apalagi untuk melawan takdir. Dia paling malas!
Tapi dia adikku, walau pada kenyataannya dia lebih dulu lahir ke dunia ini hehe. Tapi dia tetap adik, karena dia memanggil "kak ami" padaku. Aku tetap suka dia. Dengan segala apa adanya dia. Jangan salah, masakannya enak. Dia adikku, adik yang girang dan tidak mudah marah.
Adik baik. Winarsi namanya; biasa ku panggil dia ecingooo.
Begitu dulu ku ceritakan tentang dia.
Berharap dia tidak lagi mager menyelesaikan skripsinya di semester berikut.
Komentar
Posting Komentar
Tuliskan komentar yang membangun yaa gaess :)