Motivasi untuk diri!!
Entah angin apa yang berbisik tiba-tiba saja ingin menulis "motivasi untuk diri" hmm...
Tapi sebenarnya setiap kata-kata yang tercurah di blog kusam ini adalah untuk diriku sendiri, tak peduli pada kalian yang membacanya. Tapi terima kasih jika sudah membaca recehan-recehanku ini hehe. (intermezo)
Akhir-akhir ini aku dan diriku sedang banyak merindu, iya aku sedang banyak merindukan masa-masaku dulu yang penuh keceriaan sebelum mengenal banyak orang yang menurutku hanya bisa mengecewakan (siapa suruh terlalu berharap). Mungkin benar hidup di masa kecil lebih menyenangkan, yang dikenal hanya mainan dan cara bermainnya. Tapi masa iya harus terus hidup di masa itu. Hidup tak se simpel itu sayang (kataku pada diriku sendiri). Kamu harus tetap melangkah maju kedepan bukan berjalan mundur kebelakang. (intermezo lagi)
Kamu tahu kan kitab yang ditulis oleh Tuhanmu, kitab yang berisi rezeki, jodoh, dan maut setiap insan. Kitab yang berisi semua kejadian yang ada di dunia ini. Kitab yang yang berisi takdirmu. Sudah sedang dan nanti akan terjadi itu semua sudah tertulis dengan rapi, jangan resah jalani saja.
Ingat tidak, takdir yang membuatmu tumbuh di lingkungan minoritas telah mengajarkanmu pentingnya toleransi di hidup ini. Syukuri itu!
Ingat tidak, takdir yang membawamu bertemu orang-orang sholeh sholehah disekolah mengajarkanmu hijrah dan lebih mencintai agamamu dalam pratik hidupmu bukan hanya sekedar agama tempelan yang kamu bawa disetiap saat. Syukuri itu!
Ingat tidak, takdir yang mengajakmu melangkah ke lingkungan perkuliahanmu sekarang telah kamu dapati pengalaman itu di takdir-takdir sebelumnya.
Tinggal di daerah minoritas kamu sudah punya bekal toleransi berkat lingkunganmu dulu, dan ikut organisasi kerohanian pun kamu sudah punya bekal sesedikit atas itu dari teman-teman disekolahmu dulu. Betapa baiknya Tuhanmu telah mengatur takdir hidupmu wahai diri. Dan masihkah kamu kufur atas nikmatnya?
Dan tentang pertemuanmu dengan orang-orang baru itu. Bukankah mereka telah mengajarimu banyak hal? sudahkah kamu bersyukur atas itu? kamu wajib bersyukur.
Tentang mereka yang melukai hatimu, sudahlah maafkan mereka.
Hidup tak selalu baik sayang, kamu akan tetap diberi cobaan dan itu untuk menguatkanmu. Laa yukallifu Allahu nafsan illa wus ahaa.
Allah telah mengatur dengan baik jalanmu sayang jika kamu percaya. Tapi pada akhirnya semua itu akan menjadi pilihanmu, mau menerima dengan ikhlas kenyataan yang ada atau malah ingin mengamuk-ngamuk karena tidak setuju dengan takdirmu sendiri. Toh nantinya yang akan dimintai pertanggungjawaban tentang apa yang kamu lakukan adalah dirimu sendiri.
Dan tentang pertemuanmu dengan orang-orang baru itu. Bukankah mereka telah mengajarimu banyak hal? sudahkah kamu bersyukur atas itu? kamu wajib bersyukur.
Tentang mereka yang melukai hatimu, sudahlah maafkan mereka.
Hidup tak selalu baik sayang, kamu akan tetap diberi cobaan dan itu untuk menguatkanmu. Laa yukallifu Allahu nafsan illa wus ahaa.
Allah telah mengatur dengan baik jalanmu sayang jika kamu percaya. Tapi pada akhirnya semua itu akan menjadi pilihanmu, mau menerima dengan ikhlas kenyataan yang ada atau malah ingin mengamuk-ngamuk karena tidak setuju dengan takdirmu sendiri. Toh nantinya yang akan dimintai pertanggungjawaban tentang apa yang kamu lakukan adalah dirimu sendiri.
Komentar
Posting Komentar
Tuliskan komentar yang membangun yaa gaess :)