Sedikit tentangku
Perkenalkan namaku Rasmianti Halim akrab dengan nama Ami, lahir disebuah Rumah Sakit di Kota Manado, Sulut pada tanggal 16 April 1998 (sekitar 19 tahunan yang lalu).
Aku beragama Islam, Ayahku seorang Pegawai Negeri di bidang Perhubungan Laut dan Ibuku seorang Insinyur yang bekerja di rumah (Irt). Aku anak ke tiga dari 4 bersaudara, kakakku yang pertama perempuan, dia sudah bekerja, menikah dan menetap di Kota Gorontalo (mengikuti suaminya), kakakku yang kedua laki-laki dia anak paling spesial di keluarga, dia anak tersayang, dia seorang anak berkebutuhan khusus (autis). Dan yang terakhir si bungsu adik kami, sekarang dia masih sekolah kelas 1 Sma.
Sebelum tinggal dirumah yang sekarang, dulunya kami sekeluarga tinggal di rumah dinas ayahku tepatnya di kelurahan Bitung Karangria, Timinting, Manado. Kami tinggal di lingkungan yang mayoritas beragama non-Islam. Dalam sebuah Asrama perkantoran itu hanya ada 2 keluarga yang beragama Islam, dan itu bukan sebuah masalah untuk kami. Kami hidup bertetangga dengan damai, masa kecilku ku lewatkan ditempat itu dengan teman-teman sebayaku. Dan kurasa itu masa yang paling menyenangkan. Memainkan segala jenis permainan kampung yang sekarang sudah jarang ditemui dimainkan anak-anak seumuranku dulu.
Ku punya beberapa kawan sepermainan dulu dan sekarang mereka ada yang sudah menikah dan punya anak, ada yang masih kuliah dan ada juga yang sudah diterima pas ikut tes CPNS kemarin, ada juga yang masih duduk di bangku sekolah. Macam-macam pokoknya, aku rindu mereka heheh sudah lama tak ngumpul bareng..
Dan dari kawanan itu hanya aku yang beragama Islam, dan lagi-lagi itu tak jadi masalah buat ku. Aku yang kecil itu bermain dengan girangnya, mengikuti ajakan teman-teman waktu itu sampai pernah ikut ibadah sekolah minggu dengan mereka. Aku melakukan semuanya dengan sadar tanpa ilmu agama.
Yaa aku dibesarkan bukan dari keluarga yang paham betul dengan masalah agama, sekolahku pun begitu dari mulai Taman Kanak-kanak sampai di SMA eh kuliah juga di sekolah umum di daerah mayoritas non-Islam. Ilmu agama yang minim membuatku sangat jauh dengan agamaku sendiri tapi walau begitu aku sangat bangga menjadi seorang Muslim.
Duduk di bangku SMA lagi-lagi sulit ku temui teman se akidah dengan ku, mungkin ini takdirku heheh.. dalam sekelas dari kurang lebih 30 siswa hanya 6 siswa termasuk aku yang beragama Islam. Sudah jadi kebiasaanku berteman dengan mereka (non Islam) membuatku tak canggung lagi. Berjalannya waktu, tepatnya kelas 2 SMA kelas baru dan teman baru juga. Aku dipertemukan dengan teman-teman se akidah yang senang berorganisasi dan dibawa masuklah aku ke dalam organisasi itu. Organisasi yang mewadahi siswa-siswa Muslim di sekolah, namanya Rohis (rohani islam). Aku bahagia bisa masuk kedalamnya, bertemu dengan orang-orang yang saling berjuang untuk agama. Dan tak tau kenapa, takdir membawaku menjadi pengurus inti di dalam organisasi itu. Di amanahkan dalam bidang mengurus keuangan, yaa menjadi bendahara umum. Aku yang dulunya sangat pemalu di depan banyak orang di tuntut untuk menjadi yaa tak tau malu begitu (dalam hal positif yaakk).
Kegiatan demi kegiatan aku lewati dan aku dipertemukan lagi dengan organisasi islam yang lebih besar lagi, namanya IPRA (ikatan pemuda remaja assalam). Aku dipertemukan dengan orang-orang keren di dalamnya, mengikuti kajian demi kajian setiap minggunya danmengikuti kegiatan-kegiatan didalamnya, semua kulakukan demi mencari ilmu agama yang tak kumiliki.
Dalam agamaku seorang perempuan yang sudah baligh diwajibkan menutup aurat, tapi tidak denganku. Aku anak perempuan yang tak kecil lagi dan sudah baligh itu sangat malas menutup aurat. Kataku itu gerah dan susah beraktivitas. Yaa aku yang dulu seperti itu sangat benci berhijab.
Seiring berjalannya waktu, semakin sering datang ke kajian, semakin sering berkumpul dengan kakak-kakak sholehah, perlahan Allah bukakan pintu hatiku, perlahan-lahan aku mulai malu ketika tak menutup auratku, perlahan-lahan aku mulai memanjangkan hijabku dan perlahan-lahan mulai ku tutup semua yang menurutku tak layak diperlihatkan kepada yang tak berhak melihatnya dan alhamdulillah perlahan-lahan itu membuahkan hasil. Aku yang awalnya sangat benci menjadi sangat cinta, aku yang awalnya kegerahan menjadi terbiasa dan adem sendiri tak ada gerahnya lagi. Dan ini yang disebut indahnya hidayah.
Tak sampai disini, setelah lulus SMA dan memantapkan berhijab ternyata hijrahku masih diuji. Aku lulus di Perguruan Tinggi Negeri di luar kota ku tapi masih satu pulau heheh..
Tahun 2015 bulan juli aku diterima di Program Studi Strata satu Psikologi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Manado. Takdir membawaku ke tempat terdingin di Prov Sulawesi Utara itu. Karena jaraknya lumayan jauh dari rumah, aku di izinkan tinggal sendiri jadi anak kostan jadi anak mandiri heheh.. lagi dan lagi takdir ku selalu menjadi minoritas (akidah) dalam berkawan. Dalam seangkatan ada 100an mahasiswa dan kurang lebih 10 orang Muslim, lagi-lagi itu tak jadi masalah buatku. Selama kita bisa berteman dan saling toleran kenapa tidak, yakan?
Memakai serba serbi panjang di daerah minoritas memang harus punya percaya diri yang tinggi. Dan itu yang sedang ku coba jalani. Sedikit muslim dan dari sedikit itu hanya aku yang paling sedikit, bisa dibilang begitu. Karena hanya aku saja muslimah yang memakai serba panjang, dan yang paling ku takutkan hanya satu. Istiqomahku. Dalam lingkungan yang sulit seperti ini mempertahankan keistiqomahan bukan hal yang mudah. Harus menjaga komunikasi dengan mereka sambil tetap menjaga akidah sebagai seorang muslimah itu tak mudah pula. Tapi aku tak menyerah dengan gampangnya. Semuanya harus dijalani tak boleh terhenti.
Kalau kata abah Jalaludin Rumi "Ini jalanmu, milikmu sendiri. Orang lain mungkin berjalan bersamamu, tapi tak ada yang bisa menggantikanmu berjalan."
Dan aku akan tetap berjalan selama masih diberi kesempatan.
Sudah ahh sudah cukup panjang pengenalanku hehe jangan bosan baca tulisanku yang masih banyak kekurangan ini. Jangan lupa tinggalkan kritik yang membangun untukku.
Komentar
Posting Komentar
Tuliskan komentar yang membangun yaa gaess :)