Rumah ku, rumah kita.
Di umur yang sedikit lagi mau nginjak 20 tahun, pengalaman paling berharga dalam hidup adalah menjadi bagian dari organisasi kecil di kampus. Yang biasa aku sebut rumah kedua ku.
Aku, anak yang suka dengan dunia luar ketimbang dalam rumah. Dipertemukan dengan tempat penampungan yang namanya Badan Tadzkir.
Yaa.. setelah memasuki dunia perkuliahan aku bertemu dengan tempat ini yang kusebut rumah kedua, aku di besarkan dari keluarga kecil di dalamnya juga di dewasakan dengan masalah-masalah yang ada dirumah itu. Ditempa lalu menjadi kuat dan berani.
Kalo dibilang bangga, yes, Im so proud to be here.
Dititipkan segala jenis amanah perjuangan, di belajarkan menghilangkan ego-ego yang agak kurang waras, menjadi si pemberani, menjadi si kuat walau pas di muhasabah tetap aja nangisnya paling banyak heheh..
Tempatku berteduh dari segala terpaan hujan dan badai, tempat ternyaman untuk kembali, tempat mangais pahala karena jalannya tali silaturahim. Bisa dibilang begitu.
Beberapa kali pernah ada perasaan "ternyata lama-lama lelah juga ada disini" berkali-kali juga rasa ingin sekali keluar meninggalkan rumah kecil ini, tapi rasanya berat. Seperti ada banyak tangan yang menarikku kembali ketika langkah kaki perlahan mulai menjauh. Ada saja badan-badan penghadang di depan pintu agar aku tak bisa keluar. Ada banyak hati yang saling menyatu menjadi kuta tak tertandingi. Ketika punya satu alasan untuk keluar dan rumahku punya beribu alasan untuk aku kembali dan tetap tinggal menetap.
Ini sudah jadi rumahku sekecil apapun dia, tak semenarik dia dimata orang lain, tak peduli. Dia tetap rumah ku. Rumah kita yang selalu kita banggakan.
Komentar
Posting Komentar
Tuliskan komentar yang membangun yaa gaess :)