Kepergian mu, nelangsa ku.
Sudah lumayan lama kita berjalan sendiri, beberapa bulan mulai dari kau yang berubah menjadi yang tak ku kenal dan aku hanya bisa pasrah akan keadaan yang kau cipta. Sakitnya ketika melihat kau melangkah jauh ke arah lain bukan ke arah ku, dan aku selalu berusaha mengejar langkah kaki mu.
Namun apadaya, ternyata aku tak mampu menyamakannya kau terlalu jauh dan aku mulai lelah mengejarmu. Hatiku mulai berbisik "kenapa harus terus mengejar sesuatu yang tak ingin dikejar?" dan otakku menerima dengan baik apa kata hatiku. Aku berhenti, niat ku kandas di pertengahan jalan dan kaki ku berbalik kehilangan arah.
Hebatnya kamu, dengan kepergianmu aku berduka teramat dalam, nelangsa disetiap malam. Ku buang banyak air mata hanya karena kepergianmu, bodohnya aku.
Ketika airmata ku mulai tandus berkat kepergianmu, perlahan ku belajar memahami mungkin ada maksud Tuhan yang lain. Atau mungkin Tuhan cemburu melihat ku dengan mu lalu Dia buat skenario ini untuk aku mainkan. Mungkin saja begitu, pikirku.
Beberapa waktu sudah ku lalui tanpa hadirmu, aku bisa ternyata. Hanya saja selalu ada bayangmu yang melintas di depan mataku. Bisakah kau menghilang tanpa tinggalkan bekas? Ingin ku seperti itu. Tapi ternyata tak bisa menghapus kenangan, selama aku tak kehilangan ingatan kamu bisa kapan saja hadir dalam ingatanku. Aahhh...
Terlalu banyak bekas mu yang tertinggal, banyak sekali. Sampai-sampai lagu yang ku dengar pun tersirat tentang mu, tentang sikap mu juga parasmu. Semua tentangmu.
Ketika aku berdiskusi satu arah dengan Tuhan, selalu ada namamu yang terucap. Keluh kesah ku kepada Tuhan selalu tentang mu. Bujukan ku kepada Tuhan agar kau kembali bersama ku. Selalu seperti itu tanpa rasa malu ku minta dirimu. Selalu tentangmu.
Dan seperti katamu dulu, "Tuhan maha membolak balikkan hati manusia" dan aku percaya itu. Ketika egoku meminta mu kembali, hanya Tuhan yang bisa. Dan ketika Tuhan tak kembalikan mu padaku, aku bisa apa? Yang terbaik untukku hanya Tuhan yang lebih tau.
Hanya waktu yang mampu mengobati. Perlahan sakit ini pasti hilang dari hatiku seperti dirimu yang menghilang di hadapanku.
Terlalu banyak bekas mu yang tertinggal, banyak sekali. Sampai-sampai lagu yang ku dengar pun tersirat tentang mu, tentang sikap mu juga parasmu. Semua tentangmu.
BalasHapusHiks hiks...everything is all about you
Cintamu terlalu serius..hehe
BalasHapussemua akan berlalu...dan insyaAllah akan terganti dengan yang lebih baik. aamiin...^^
BalasHapusSalam kenal mba..
BalasHapusDalam hidup memang ada yang datang dan pergi. Keep strugle mba..