Kapan lagi? Tanyaku

Aku tak ingat lagi kapan terakhir kita bertemu
Apalagi duduk berdua
Semua sudah hilang dari memoriku
Tak tau kenapa, apakah aku mulai pikun?
Atau sudah terlalu lama jarak yang kau beri?

Sudahlah aku tak ingin membahas tentang rindu
Rindu jadi derita ketika hanya aku yang merasakannya
Tak baik kan memaksaan kehendak
Apalagi paksa kamu hendak merindu

Aku hanya ingin tahu kabarmu
Apakah sedang bahagia?
Atau sedang mencari kebahagiaan?
Tapi, semoga kamu selalu bahagia dengan kebahagiaanmu

Sudah lama ya kita tak minum bareng
Kamu dengan kopi andalanmu dan aku milkshake kesukaanku
Sudah lama ya kita tak berdiskusi
Kamu bercerita tentang banyaknya cita-citamu dan aku bercerita tentang masalah dan air mata sambil bersandar di tulang bahumu

Aku banyak cemasnya dibanding rindu, kenapa ya?
Harusnyakan aku bisa ikhlas
Lihatmu berlari kejar cerita barumu
Lalu terbang dengan kepakan sayap kecilmu

Pergi dan menghilang
Tak kutemukan lagi.


Kaaten, Tomohon.
Masih 19°Celcius.

Komentar

Posting Komentar

Tuliskan komentar yang membangun yaa gaess :)

Postingan populer dari blog ini

79 tahun HMI: Tetap Hijau, Bukan Karena Usia. Melainkan Kesadaran yang Terus Tumbuh.

Bertahan, Bertumbuh, Berdampak: Cerita juga Catatan tentang Dua Tahun Manado Book Party

****