Helo kamis manis

Selamat pagi kamis manis, tak terasa udah hampir seminggu kerja di Satuan Kepolisian Res. Tomohon. Tepat pukul 07.30 wita beatyku (nama sepeda motorku) terparkir di halaman parkiran Polres "eh ternyata masih adpel pagi" kataku dalam hati sambil senyum-senyum karena gak terlambat heheh

Kutelpon teman semagangku ternyata dia lagi singgah duduk di kantin sambil nunggu adpel kantor berakhir. Jangan ditanya kenapa kita gak ikut adpel, karena kita gak digaji negara hehehe.
Duduk sebentar di kantin sembari membaca novel yang aku bawa. Makan kue tolu dikantin, tak lama dari itu sudah banyak polisi-polisi berkeliaran di kantin-kantin terdekat. Ternyata adpel telah selesai.

"Yuk pergi ke ruangan" ajakan temanku. Sampai di ruangan "kok kantor sepi gini ya?" Tanyaku. Tak lama ada seorang bapak pegawai di kantor ini juga datang menghampiri kami. "Kalian mahasiswa yang lagi magang kan?" Tanya bapak itu. "Iya pak" jawab kami bertiga.
"Hari ini hari jadwal ibadah, untuk yang muslim di musholah dan yang kristen di aula, kaliam bertiga silahkan pergi sesuai agama kalian" tegas bapak itu. "Ohh iya siap pak" kata kami.

Dari kita bertiga, aku dan seorang temanku bergegas ke musholah dan yang satunya langsung terus ke aula untuk ibadah. Musholah terlihat sepi, hanya ada beberapa pasang sepatu yang terparkir di depannya. Kita berdua mengucap salam dan bapak-bapak di dalam membalasnya sambil menyuruh kita masuk ke dalam. Duduk bersilang, dan dibagikan buku yasin.
Ternyata kegiatan rutin tiap minggunya adalah yasinan.

Dipimpin pak polisi itu, kita yasinan bareng. Asiknya kumpul bersama bapak-bapak se akidah disini. Selesai yasinan dibacakan doa dan diaamiinkan bersama.
Lanjut dengan diskusi kecil-kecilan walau hanya jadi pendengar tapi cukup buat nambah-nambah sedikit ilmu nantinya.

Ada bapak tua dari Makassar ayah dari Kasat Intel, ternyata bapak itu seorang pensiunan Abdi Negara juga. Dia banyak bercerita tentang kisah hidupnya. Mulai dari makan singkong sampai bisa jadi seorang Tentara, dia ceritakan. Dia punya 4 anak, 3 dari anaknya berstatus Abdi Negara dan satunya bagian kesehatan yang mengambil S3nya di luar negeri. Wahh aku takjub, bapak yang terlihat sangat sederhana ini mempunyai anak-anak yang bisa dibilang sangat sukses.

Ada kalimat-kalimat darinya yang aku simpan untuk bekal nanti, begini katanya "Saya hanya seorang pensiunan miskin yang sedang berusaha mengabulkan impian-impian anak-anakku, dan itu berhasil" lanjut katanya "Kalau kita sudah berproses dengan panjangnya lantas tak bisa mendapatkan hasilnya tenang saja pasti anak-anak kita kelak yang akan merasakan hasil dari proses yang kita jalani" dia lanjut lagi "Hidup di dunia kan hanya sementara, kita kumpulkan sebanyak-banyaknya bekal buat akhirat nanti. Tapi jangan tinggalkan dunia, karena kita saat ini masih hidup di dunia" aku sangat sejuk mendengar kata-kata bapak itu.
Ada juga, katanya "Kita jangan cari musuh apapun keadaan kita, carilah teman sebanyak-banyaknya biar bertambah pula pengalaman hidup yang baik" makin adem dengarnya.

Tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 09.15 wita, kita harus kembali ke ruangan kerja. Pas beranjak dari tempat itu, bapak polisi yang membaca doa selesai yasinan tadi berkata "Dek, sekolah baik-baik, jadi orang baik, jangan mau tergoda dengan ajakan-ajakan yang tak baik. Jangan juga tergoda dengan polisi-polisi muda yang suka nge gombal hahahah (dia tertawa)"
Lanjut bapak tua itu "Jangan lupa juga cari calon suami yang seiman".

Kita berdua hanya bisa senyam-senyum sambil memakai sepatu lalu pergi ke tempat kerja kita.

Pengalaman pagi yang lucu...
Hehehhe

Komentar

Posting Komentar

Tuliskan komentar yang membangun yaa gaess :)

Postingan populer dari blog ini

79 tahun HMI: Tetap Hijau, Bukan Karena Usia. Melainkan Kesadaran yang Terus Tumbuh.

Bertahan, Bertumbuh, Berdampak: Cerita juga Catatan tentang Dua Tahun Manado Book Party

****