Dalam, tak dangkal

Dalam bait bait rindu
Tanpa sadar ku menulis tentangmu
Dalam sejuta khayalan
Dirimu jadi bagian ternyaman

Dalam rentetan cerita
Denganmu hilang segala derita
Dalam rintihan kisah
Caramu tak membuat kesah

Dalam sebuah rasa, ahh
Ternyata aku tak terarah
Dalam sekap waktu dan jarak
Aku dungu menunggu sampai meretak   

Dalam rindu ku membencimu
Dalam hati ku mencintaimu
Dalam, tak dangkal.

Komentar

Posting Komentar

Tuliskan komentar yang membangun yaa gaess :)

Postingan populer dari blog ini

79 tahun HMI: Tetap Hijau, Bukan Karena Usia. Melainkan Kesadaran yang Terus Tumbuh.

Bertahan, Bertumbuh, Berdampak: Cerita juga Catatan tentang Dua Tahun Manado Book Party

****