Berdua di hening malam
Malam itu pukul 23.00 wita, aku yang punya ego terbesar ini tiba-tiba sedih tak tau dengan alasan apa
Ku pergi tinggalkan keramaian, berjalan menyusuri keheningan dan kamu datang menghampiri katanya mau menemani sedihku
Kutanya dalam hati, apakah kau bisa melihat sedihku?. Ahh ternyata kau tak bisa mendengar isi hatiku
Kita berdua berjalan, dia banyak bercerita malam itu, bercerita tentang mimpi dan cita-cita yang ingin ia capai, tentang kisah lucu di hidupnya tentang banyak hal yang ada di dalam pikiranya semunya dia ceritakan. Pikirku, mungkin dia sedang berusaha mengobati sedihku. Aku yang malam itu menahan diri tuk tak bercerita ternyata tak semudah itu
Ternyata dia mampu buat ku bercerita lalu mampu buat ku tertawa, dan yaa sedihku bisa hilang.. piuurrr
Ketika sedihku hilang, dia bertanya "mau kemana kita malam-malam begini?" Ku jawab "tak tau, aku pun bingung" dan kita tertawa lagi
Kita kembali ke keramaian itu, ku pikir lagi kita sudah selesai ternyata dia kembali hanya untuk mengambil motor itu lalu diam-diam ajak ku jalan-jalan kembali di keheningan malam pukul 00.30 itu
Menyusuri kota kecil nan dingin itu tapi dinginnya tak ku rasa. Mungkin karena bersamanya
Kita yang tak tau arah tujuan hanya menghabiskan bensin di motor, tiba-tiba saja dia berhenti dan mengajakku duduk di bangku jalan setapak yang dingin itu, dilihatnya aku kedingingan "nih pakai jaket ini" jaketnya pun jadi korban. Dan dia badannya yang kecil itu tak berasa dingin di depanku
Pukul 01.00 kita duduk bercerita lumayan lama hingga ngantuk datang menghampiri diriku dengan pekanya dia langsung mengajakku balik. Yaa lagi-lagi ke keramaian itu.
Sesampai di rumah itu aku langsung ke kamar kataku mau langsung tidur saja, ngantuk. Dan dia pergi -pulang bersama motornya.
Ternyata dikamar ngantukku hilang karena terlalu banyak memikirkan kisah malam tadi, senyum-senyum sendiri bak orang gila. Ehh orang jatuh cinta deh hehehh
Komentar
Posting Komentar
Tuliskan komentar yang membangun yaa gaess :)